Ma'ruf: Sepanjang Sejarah Belum Pernah Ketum MUI Jadi Wapres
![]() |
| Wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin |
Kabar terkini Jakarta, Indonesia - Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin mempresentasikan prestasinya. Sepanjang sejarah, kata Ma'ruf, satu-satunya ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menggantikan wakil presiden hanyalah dirinya sendiri.
Dia menyatakan pernyataan ini saat partisipasinya dalam peringatan MUI ke-44 di Hotel Grand Sahid Jaya di Jakarta pada Sabtu (27/7). Wakil Presiden Jusuf Kalla juga hadir.
"Kita harus bersyukur, karena dalam perjalanan sejarah, tidak pernah ada presiden umum MUI sebagai wakil presiden," kata Ma'ruf kepada hadirin.
Ma'ruf sendiri adalah presiden umum MUI sampai periode 2015-2020, sebelum terpilih sebagai wakil presiden dalam pemilihan presiden 2019 bekerja sama dengan Jokowi.
Selain itu, mantan anggota PBNU Rais Aam mengatakan dia berterima kasih kepada Jokowi karena memilih seorang ulama untuk menemaninya dalam pemilihan presiden 2019.
Ma'ruf kembali bercanda tentang posisinya, yang ditentukan oleh KPU sebagai wakil presiden yang dipilih untuk periode 2019-2024.
Dia menambahkan bahwa dia telah dipaksa untuk menggantikan Jusuf Kalla (JK) sebagai wakil presiden karena JK tidak dapat hadir. Peraturan yang mengatur posisi Presiden dan Wakil Presiden terbatas pada dua syarat.
JK sendiri menjadi wakil presiden untuk periode 2004-2009 dalam kemitraan dengan Susilo Bambang Yudhoyono dan periode 2014-2019 dipasangkan dengan Jokowi.
"Sebenarnya, dia [JK] harus menjadi wakil presiden, tetapi karena itu tidak diizinkan, saya akhirnya terpaksa menjadi wakil presiden," kata Ma'ruf.
Sulit untuk menjadi ulama dan umara secara bersamaan
Di tempat yang sama, Jusuf Kalla memberi tahu Ma'ruf Amin tentang kesulitan memainkan peran ulama dan umara sekaligus.
"Pak Ma'ruf Amin, nanti dari ulama, menjadi umara atau keduanya, bukan? Nanti, akan sulit, antara ulama dan umara untuk bertemu", kata JK dalam sambutannya.
JK kemudian menceritakan kisah tentang sifat presiden pertama MUI, Buya Hamka, yang dikenal sebagai karakter yang kuat dan sering memberi nasihat kepada pemerintah.
Menurutnya, pemerintah selalu bersyukur atas kontribusi MUI sebagai pertimbangan pemerintah. Karena, katanya, berbagai kontribusi diperlukan agar pemerintah bisa mengelolanya dengan baik.
"Karena, hanya dengan panduan, sudut pandang, daripada MUI, kita semua bisa menjalankan negara ini, negara ini sejauh mungkin," kata JK.


No comments